<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Silviimut's Blog</title>
	<atom:link href="http://silviimut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silviimut.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Nov 2008 00:56:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='silviimut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Silviimut's Blog</title>
		<link>http://silviimut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://silviimut.wordpress.com/osd.xml" title="Silviimut&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://silviimut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gigi berlubang timbulkan aneka penyakit serius</title>
		<link>http://silviimut.wordpress.com/2008/11/27/gigi-berlubang-timbulkan-aneka-penyakit-serius/</link>
		<comments>http://silviimut.wordpress.com/2008/11/27/gigi-berlubang-timbulkan-aneka-penyakit-serius/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 00:50:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silpisilpong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silviimut.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kuman yang bersarang di gigi berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. Diantara pelbagai jenis masalah gigi dan mulut, gigi berlubang (caries) adalah salah satunya yang kerap dijumpai. Jika Anda pun punya masalah dengan gigi berlubang, sebaiknya segera lakukan langkah untuk mengatasinya sebelum menimbulkan masalah lain yang lebih serius. Salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silviimut.wordpress.com&amp;blog=5266149&amp;post=41&amp;subd=silviimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.indofamilyhealth.com/index2.">
<div><a href="http://www.indofamilyhealth.com/"></a></div>
<p><a href="http://www.indofamilyhealth.com/"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial;"></p>
<p align="left">Kuman yang bersarang di gigi berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. Diantara pelbagai jenis masalah gigi dan mulut, gigi berlubang (caries) adalah salah satunya yang kerap dijumpai. Jika Anda pun punya masalah dengan gigi berlubang, sebaiknya segera lakukan langkah untuk mengatasinya sebelum menimbulkan masalah lain yang lebih serius. Salah satu masalah serius yang mungkin timbul akibat gigi berlubang adalah penyakit jantung. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Seperti dijelaskan oleh drg Gunarso Gunadi PhD (ortho), spesialis gigi dan mulut dari Dental Center Wisma Nusantara, Jakarta, kuman yang bersarang pada gigi yang berlubang bisa menembus ke pembuluh darah, dan akhirnya mengumpul di jantung. &amp;rdquo;Kasus seperti ini cukup sering terjadi,&amp;rdquo; kata dokter gigi alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini.</p>
<p align="left">Penelitian juga menunjukkan, bakteri yang terikut aliran darah bisa memproduksi enzim tertentu yang mempercepat terbentuknya bekuan darah. Hal ini berpotensi mengeraskan dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Selain itu, bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, plak yang terbentuk menjadi makin tebal. Semua kondisi ini membuat aliran darah ke jantung, terhambat. Begitu juga dengan penyaluran sumber makanan dan oksigen ke jantung, tersendat. Jika ini berlangsung terus-menerus, jantung tak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Maka terjadilah penyakit jantung yang ditakutkan banyak orang itu.</p>
<p align="left">Gambaran tentang betapa berbahayanya kuman pada gigi berlubang juga tampak ketika seseorang akan menjalani pembedahan. Gunarso pun bercerita, bahwa kerap sekali ia menerima pasien rujukan dari dokter bedah jantung. Biasanya, si dokter bedah memintanya untuk &amp;lsquo;membereskan&amp;rsquo; masalah gigi, termasuk gigi berlubang, pada pasien yang hendak menjalani operasi jantung. &amp;rdquo;Sebab, kalau masalah gigi itu tidak dibereskan dulu, dikhawatirkan penyakit jantung si pasien akan kambuh lagi setelah operasi nanti,&amp;rdquo; terang dokter gigi yang meraih gelar doktornya dari sebuah universitas di Jepang ini. Tak cuma penyakit jantung. Kuman pada gigi berlubang juga bisa bersarang di organ lainnya. &amp;rdquo;Misalnya ginjal dan liver,&amp;rdquo; lanjut Gunarso saat berbicara dalam acara peluncuran rangkaian sikat gigi Formula plus yang menggunakan buludelta &amp;mdash; bulu sikat teknologi terbaru&amp;mdash; di Jakarta, belum lama ini. Mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh gigi berlubang, sudah seharusnya Anda tak mengabaikan masalah gigi ini.</p>
<p align="left"><span style="text-decoration:underline;">Penyebab</span></p>
<p align="left">Di Indonesia, penderita gigi berlubang ternyata cukup banyak. Hasil Survei Kesehatan Nasional 2002 menunjukkan, prevalensi gigi berlubang di Indonesia adalah sebesar 60 persen, yang berarti dari setiap 10 orang Indonesia, enam orang di antaranya menderita gigi berlubang. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya gigi berlubang. Salah satunya adalah faktor makanan. Menurut Gunarso, di zaman modern yang serba sibuk seperti sekarang ini, banyak orang tidak menyadari bahwa mereka kerap kali mengonsumsi makanan yang mengandung kadar gula tinggi dan lengket. Padahal, makanan seperti ini sangat buruk bagi kesehatan gigi dan gusi. &amp;rdquo;Sisa makanan yang lengket lebih mudah menimbulkan lubang gigi. Begitu pun gula dan karbohidrat,&amp;rdquo; katanya.</p>
<p align="left">Di zaman modern ini pula, kerap kali orang tak punya waktu untuk sekadar menyikat gigi setelah makan. Akibatnya, mereka hanya berkumur untuk menghilangkan aroma bau dari makanan yang baru saja mereka makan. Kebiasaan ini, kata Gunarso, tidak baik. Sebab, berkumur yang tidak dibarengi dengan menyikat gigi, selain tidak akan menghilangkan aroma bau mulut juga akan mengundang datangnya kuman yang selanjutnya akan merusak gigi dan gusi.</p>
<p align="left">Adapun kuman yang kerap menjadi penyebab terjadinya lubang gigi adalah streptococcus mutans. Ini adalah kuman berbentuk bulat yang mudah tumbuh di dalam mulut. &amp;rdquo;Setelah beberapa waktu, kuman ini akan menghasilkancairan yang lengket dan menjadi media yang baik bagi tumbuh kembangnya kuman lain yang menyebabkan gigi berlubang.&amp;rdquo; Selain streptococcus mutans, ada pula staphylococcus. Yang disebut terakhir adalah kuman berbentuk batang yang menyertai kuman streptococcus mutans. Kuman-kuman ini biasanya tumbuh pada sisa-sisa makanan yang membusuk. &amp;rdquo;Lambat laun, kuman akan bertambah banyak dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi.&amp;rdquo;</p>
<p align="left">Nah, ketika gigi telah berlubang, apa yang sebaiknya kita lakukan? Pastinya, gigi tersebut harus dijaga dan dirawat lebih hati-hati. Untuk kasus yang lebih serius, gigi harus ditambal. &amp;rdquo;Jangan lupa, periksakan gigi paling lambat enam bulan sekali.&amp;rdquo; Untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain:</p>
<p align="left">* Bersihkan gigi, gusi, dan lidah secara benar dan teratur. Gigi, gusi, dan lidah adalah tempat berkumpulnya kuman. Karena itu, perlu dibersihkan, namun tanpa menggunakan bahan kimia yang berlebihan.</p>
<p align="left">* Segera menyikat gigi setelah makan.</p>
<p align="left">* Jangan membiarkan sikat gigi dalam keadaan kotor dan basah.</p>
<p align="left">* Luangkan waktu paling sedikit dua menit untuk menggosok gigi.</p>
<p align="left">Menyikat gigi kurang dari dua menit, kata Gunarso, tidak ada gunanya.</p>
<p>* Sikatlah bagian paling belakang gigi, kemudian dilanjutkan ke semua permukaan gigi. IndoFamilyHealth/nl</p>
<p>http://www.indofamilyhealth.com/index2.</p>
<p> </p>
<p></span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silviimut.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silviimut.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silviimut.wordpress.com&amp;blog=5266149&amp;post=41&amp;subd=silviimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silviimut.wordpress.com/2008/11/27/gigi-berlubang-timbulkan-aneka-penyakit-serius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6cd03ea9e0b182bf2249044e751b6d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silviimut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HOME</title>
		<link>http://silviimut.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/</link>
		<comments>http://silviimut.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 00:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silpisilpong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[UUiiiy&#8230;&#8230;teMant marii kemarii.. gabung dengan weblogKuu. seruu lho. nyesel kaLo gag gabung. ayoo marri kemarii&#8230;&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silviimut.wordpress.com&amp;blog=5266149&amp;post=1&amp;subd=silviimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="color:#ff0000;">UUiiiy&#8230;&#8230;teMant</span></h1>
<p><strong>marii kemarii.. gabung dengan weblogKuu. seruu lho. nyesel kaLo gag gabung.</strong></p>
<p><strong>ayoo marri kemarii&#8230;&#8230;.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silviimut.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silviimut.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silviimut.wordpress.com&amp;blog=5266149&amp;post=1&amp;subd=silviimut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silviimut.wordpress.com/2008/10/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5e6cd03ea9e0b182bf2249044e751b6d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">silviimut</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
